<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petani Indonesia &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://www.petaniindonesia.com/category/umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.petaniindonesia.com</link>
	<description>artikel pertanian dan dunia perdagangan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 04:40:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Ikan Nila Bisa Berkembang Biak di Laut</title>
		<link>http://www.petaniindonesia.com/2010/07/26/ikan-nila-bisa-berkembang-biak-di-laut/</link>
		<comments>http://www.petaniindonesia.com/2010/07/26/ikan-nila-bisa-berkembang-biak-di-laut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 04:40:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[berternak ikan nila]]></category>
		<category><![CDATA[ikan nila]]></category>
		<category><![CDATA[ikan nila di laut]]></category>
		<category><![CDATA[pasar ikan nila]]></category>
		<category><![CDATA[penjual ikan nila]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangbiakan ikan nila]]></category>
		<category><![CDATA[suplier ikan nila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petaniindonesia.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Kepala Peneliti Oseanografi pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sri Juana, menyatakan ikan nila yang selama ini hidup di air tawar ternyata juga bisa berkembangbiak di air laut. &#8220;Ikan nila cocok hidup di air laut untuk menggantikan spesies ikan kakap sudah berkurang akibat penangkapan para nelayan,&#8221; katanya di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepala Peneliti Oseanografi pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sri Juana, menyatakan ikan nila yang selama ini hidup di air tawar ternyata juga bisa berkembangbiak di air laut.</p>
<p>&#8220;Ikan nila cocok hidup di air laut untuk menggantikan spesies ikan kakap sudah berkurang akibat penangkapan para nelayan,&#8221; katanya di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Minggu (25/7).</p>
<p>Ia mengatakan, ikan nila yang selama ini hidupnya di air tawar bisa dibudidaya di laut yang memiliki kadar garam 29 sampai dengan 32 promil.</p>
<p>&#8220;Sebelum ikan nila dipindahkan ke laut untuk dilakukan budidaya, maka pada tahap awal mesti melalui proses adaptasi terhadap ikan nila tersebut di dalam air yang memiliki kandung air garam lebih kurang 30 promil,&#8221; katanya.</p>
<p>Sri Juana mengatakan, selain untuk menggantikan ikan kakap yang sudah berkurang akibat penangkapan para nelayan, ikan nila yang sudah beradaptasi dengan air laut mempunyai keunggulan yaitu rasa dagingnya yang lebih enak atau kenyal.</p>
<p>&#8220;Pada tahun ini kami sedang melakukan proses adaptasi ikan nila di Balai Benih Ikan Sungailiat (BBIS) Bangka, sebanyak 1.000 ekor, dan pada tahun sebelumnya sudah berhasil melakukan hal yang sama sebanyak 1.500 ekor di Kabupaten Belitung,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurut dia, ikan nila dari sejarah nenek moyang sebenarnya berasal dari laut, dengan perkembangan jaman ikan nila sekarang lebih banyak dibudidaya di air tawar oleh masyarakat.</p>
<p>&#8220;Ikan nila yang dibudidaya di air laut lebih kurang selama lima bulan sudah bisa dikonsumsi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, ikan nila yang sudah beradaptasi dengan air laut, bisa dilepas bebas di perairan laut sebagaimana ikan laut pada umumnya.</p>
<p>&#8220;Mengingat ikan nila air laut bertujuan menggantikan ikan kakap, diharapkan harganya pun juga memiliki nilai ekonomi tinggi,&#8221; ujarnya. (Ant/OL-3)</p>
<p>Media Indonesia, 25 Juli 2010 </p>
<p>Sumber : LIPI </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petaniindonesia.com/2010/07/26/ikan-nila-bisa-berkembang-biak-di-laut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cabe Jawa</title>
		<link>http://www.petaniindonesia.com/2010/07/25/cabe-jawa/</link>
		<comments>http://www.petaniindonesia.com/2010/07/25/cabe-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 04:38:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[asal cabe jawa]]></category>
		<category><![CDATA[cabe jawa]]></category>
		<category><![CDATA[cabe jawa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[dimensi cabe jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khasiat cabe jawa]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas cabe jawa]]></category>
		<category><![CDATA[long pepper]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat cabe jawa]]></category>
		<category><![CDATA[nama latin cabe jawa]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran cabe jawa]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli cabe jawa]]></category>
		<category><![CDATA[penjual cabe jawa]]></category>
		<category><![CDATA[suplier cabe jawa]]></category>
		<category><![CDATA[uraian cabe jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petaniindonesia.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Uraian : Cabe jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia, ditanam di pekarangan, ladang, atau tumbuh liar di tempat-tempat yang tanahnya dak lembap dan berpasir seperti di dekat pantai atau di hutan sampai ketinggian 600 m dpl. Tumbuhan menahun, batang percabangan liar, tumbuh memanjat; rnelilit, atau melata dengan akar lekatnya, panjangnya dapat mencapai 10 m. Percabangan dimulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Uraian :<br />
Cabe jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia, ditanam di pekarangan, ladang, atau tumbuh liar di tempat-tempat yang tanahnya dak lembap dan berpasir seperti di dekat pantai atau di hutan sampai ketinggian 600 m dpl. Tumbuhan menahun, batang percabangan liar, tumbuh memanjat; rnelilit, atau melata dengan akar lekatnya, panjangnya dapat mencapai 10 m. Percabangan dimulai dari pangkalnya yang keras dan menyerupai kayu. Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur sampai lonjong, pangkal membulat, ujung runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas licin, permukaan bawah berbintik-bintik, panjang 8,5 &#8211; 30 cm, lebar 3 &#8211; 13 cm, hijau. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bulir yang tumbuh tegak atau sedikit merunduk, bulir jantan lebih panjang dari bulir betina. Buah majemuk berupa bulir, bentuk bulat panjang sampai silindris, bagian ujung agak mengecil, permukaan tidak rata, bertonjolan teratur, panjang 2 &#8211; 7 cm, garis tengah 4 &#8211; 8 mm, bertangkai panjang, masih muda berwarna hijau, keras dan pedas, kemudian warna berturut-turut menjadi kuning gading dan akhirnya menjadi merah, lunak dan manis. Biji bulat pipih, keras, cokelat kehitaman. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.</p>
<p>Nama Lokal :<br />
Cabean, cabe alas, cabe areuy, cabe jawa, c. sula (Jawa),; Cabhi jhamo, cabe ongghu, cabe solah (Madura).; Lada panjang, cabai jawa, cabai panjang (Sumatera).; Cabia (Makasar). Long pepper (Inggris); </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petaniindonesia.com/2010/07/25/cabe-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Buah Pala (Nutmeg)</title>
		<link>http://www.petaniindonesia.com/2010/05/09/manfaat-buah-pala-nutmeg/</link>
		<comments>http://www.petaniindonesia.com/2010/05/09/manfaat-buah-pala-nutmeg/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 05:06:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[buah pala]]></category>
		<category><![CDATA[buah pala dari indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[harga buah pala]]></category>
		<category><![CDATA[harga pala]]></category>
		<category><![CDATA[jual buah pala]]></category>
		<category><![CDATA[khasiat pala]]></category>
		<category><![CDATA[manisan pala]]></category>
		<category><![CDATA[nutmeg]]></category>
		<category><![CDATA[nutmeg from indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petaniindonesia.com/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[PALA BUMBU DAPUR BERKHASIAT OBAT Penulis: Budi Sutomo Hampir semua orang mengenal buah pala (Myristica Fragrans Houtt). Kita biasa menggunakan bijinya sebagai bumbu masakan. Olahan daging maupun masakan bersantan terasa lebih harum dan lezat dengan menambahkan sedikit pala halus. Daging buahnya lain lagi, aromanya yang harum dengan rasa sedikit asam menjadikan daging buah pala cocok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALA</strong><br />
<strong>BUMBU DAPUR BERKHASIAT OBAT</strong></p>
<p>Penulis: Budi Sutomo</p>
<p>Hampir semua orang mengenal buah pala (Myristica Fragrans Houtt). Kita biasa menggunakan bijinya sebagai bumbu masakan. Olahan daging maupun masakan bersantan terasa lebih harum dan lezat dengan menambahkan sedikit pala halus. Daging buahnya lain lagi, aromanya yang harum dengan rasa sedikit asam menjadikan daging buah pala cocok untuk bahan baku sirup maupun manisan. Kebiasaan menggunakan pala sebagai bumbu masakan atau mengkonsumsi dalam bentuk sirup dan manisan perlu digalakkan, mengingat buah dengan keharuman semerbak ini ternyata mempunyai banyak khasiat bagi kesehatan. Kandungan kimia terkandung dapat mengatasi insomania, batuk berlendir, membantu pencernaan, penghilang kejang otot dll.</p>
<p><strong>Fisiologi Pala</strong></p>
<p>Buah pala berasal dari keluarga Myristicaceae. Pohon berkayu yang tingginya bisa mencapai 15 meter. Jika musim berbuah, pohon ini akan muncul bunga disetiap ujung ranting dan menjadi buah bergerombol berwarna hijau kekuningan. Daging buahnya tebal berwarna keputihan, buah ini berasa getir dan mengandung banyak getah. Setelah daging buah ada fuli, berupa selaput tipis kemerahan yang menyelimuti biji pala.<br />
Ada tiga bagian dari buah pala yang bernilai ekonomis tinggi. Pertama daging buah yang berwarna keputihan. Daging buah pala dapat diolah menjadi manisan atau direbus dengan gula menjadi sirup pala yang terkenal lezat dan harum. Berikutnya adalah fuli, sebagian orang menyebutnya dengan bunga pala. fuli banyak digunakan sebagai bumbu masakan atau diekstrak sarinya menjadi bahan baku kosmetika dan parfum. Terakhir Bagian biji yang berwarna kecoklatan, pada bagian ini paling banyak dimanfaatkan. Dihaluskan menjadi beragam bumbu masak , parfum, kosmetik, minyak atsiri, bahan pengawet dll</p>
<p><strong>Kandungan Kimia dan Manfaatnya</strong></p>
<p>Berdasarkan hasil riset penelitian yang dilakukan National Science and Technology Authority, dalam bukunya Guidebook on the proper use of medicinal plants. Buah pala mengandung senyawa-senyawa kimia yang bermanfaat untuk kesehatan<br />
Kulit dan daging buah pala misalnya, terkandung minyak atsiri dan zat samak. Sedangkan fuli atau bunga pala mengandung minyak atsiri, zat samak dan zat pati. Sedangkan dari bijinya sangat tinggi kandungan minyak atsiri, saponin, miristisin, elemisi, enzim lipase, pektin, lemonena dan asam oleanolat.<br />
Hampir semua bagian buah pala mengandung senyawa kimia yang bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya dapat membantu mengobati masuk angin, insomnia (gangguan susah tidur), bersifat stomakik (memperlancar pencernaan dan meningkatkan selera makan), karminatif (memperlancar buang angin), antiemetik (mengatasi rasa mual mau muntah), nyeri haid, rematik dll. Berikut ramuanya:</p>
<p><strong>Ramuan Pala Berkhasiat</strong></p>
<p>• Nyeri Haid.<br />
Ambil ½ sdt pala halus, 2 cm kunyit, 6 butir ketumbar, 1 buah cengkeh dan satu gelas air. Campur semua bahan dan rebus dengan api kecil sampai airnya tinggal setengah. Saring dan minum selagi hangat.</p>
<p>• Insomnia.<br />
Campur 1 sdt biji pala, 1 gelas susu segar, 1 sdt madu, 1 sdt pala halus dan ½ sdt gula batu. Rebus susu sampai mendidih, angkat dan campur dengan pala, madu dan gula batu. Aduk, saring dan minum selagi hangat.</p>
<p>• Mengatasi rasa mual dan muntah.<br />
Seduh 1 sdt pala halus dengan ¼ sdt garam halus dalam 1 gelas air hangat. Aduk rata dan minum selagi hangat beserta ampasnya.</p>
<p>• Maag, Masuk Angin dan Cegukan.<br />
Siapkan 100 ml air hangat, Campur dengan 1 sdt pala halus dan 2 sdt bubuk buah pisang batu. Minum beserta ampas selagi hangat. Sebaiknya pengobatan diulang sampai sembuh.</p>
<p>• Suara Parau.<br />
Campur 2 sdm pala jalus dengan 2 sdm jahe parut, 1 sdt cengkeh halus dan 3 tetes minyak kayu putih. campur semua bahan sampai terbentuk adonan menyerupai pasta. Oleskan pada leher seperti memakai masker, biarkan meresap selama 3 jam. Ulangi pengobatan sampai sembuh.</p>
<p>• Rematik.<br />
Bagi penderita rematik, mandilah dengan sabun pala secara teratur dan gosok pada bagian yang sakit dengan balsam pala. Kedua bahan ini dapat diperoleh di apotik atau toko obat. (Budi Sutomo)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petaniindonesia.com/2010/05/09/manfaat-buah-pala-nutmeg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cabai jawa Pembersih Rahim</title>
		<link>http://www.petaniindonesia.com/2010/05/07/cabai-jawa-pembersih-rahim/</link>
		<comments>http://www.petaniindonesia.com/2010/05/07/cabai-jawa-pembersih-rahim/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 04:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cabai jawa]]></category>
		<category><![CDATA[cabai jawa pembersih rahim]]></category>
		<category><![CDATA[cabe jawa pembersih rahim]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi cabai jawa]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi cabe jawa]]></category>
		<category><![CDATA[pembersih rahim]]></category>
		<category><![CDATA[pembersih rahim dengan menggunakan cabe jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petaniindonesia.com/?p=608</guid>
		<description><![CDATA[Cabai Jawa Pembersih Rahim Gizi.net &#8211; Mendengar kata cabai, yang terlintas di benak kita adalah buah berwarna hijau atau merah dan pedas kalau dimakan. Cabai biasa dipakai untuk sambal. Namun, ada cabai yang biasa dipakai untuk campuran jamu. Ini adalah cabai alas atau lada panjang. Cabai ini dikenal sebagai cabai jawa (Piper retrofractum Vahl atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cabai Jawa Pembersih Rahim<br />
Gizi.net &#8211; Mendengar kata cabai, yang terlintas di benak kita adalah buah berwarna hijau atau merah dan pedas kalau dimakan. Cabai biasa dipakai untuk sambal. Namun, ada cabai yang biasa dipakai untuk campuran jamu. Ini adalah cabai alas atau lada panjang. Cabai ini dikenal sebagai cabai jawa (Piper retrofractum Vahl atau Piper longum L).</p>
<p>Berbeda dari tananam cabai lainnya, cabai jawa tergolong jenis tumbuhan sirih memanjat yang mempunyai akar lekat. Daunnya berseling (posisi tangkai berselang-seling) berbentuk bundar telur dengan ujung meruncing. Bila daunnya diremas, cabai akan mengeluarkan bau seperti bau daun sirih.</p>
<p>Buahnya berbentuk bulir membulat dengan panjang sekitar 2-3 sentimeter. Saat masih muda buah cabai jawa berwarba hijau, tapi kemudian menjadi berwarna merah cerah saat buahnya tua. Bila dicicip, rasanya manis-manis pedas.</p>
<p>Cabe jawa banyak ditanam di pekarangan dan ladang pada ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut. Tanaman merambat ini hidup pada tanah yang tidak terlalu lembab. Untuk memberbanyak tanaman ini orang biasanya melakukannya dengan cara stek. Pemeliharaannya pun cukup mudah. Seperti tanaman lain, cabai jawa perlu air yang cukup. Tanaman ini tumbuh lebih subur di tempat terbuka.</p>
<p>Dari hasil analisis kimia, cabe jawa mengandung bahan piperina, piperidinia, damar, gom, pati, dan minyak atsiri yang bermanfaat untuk ramuan jamu tradisional. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk pembuatan jamu adalah buahnya. Namun, akar dan daunnya pun memiliki khasiat obat.</p>
<p>Buah cabe jawa bermanfaat untuk mengatasi rasa lemah (neurasthenia), masuk angin, pencernaan terganggu, batuk, ayan, dan demam. Akarnya bisa digunakan untuk obat kuat dan membersihkan rahim sehabis melahirkan. Sedangkan daunnya bisa dijadikan obat kumur dan pereda keluhan perut.</p>
<p>Bila dipakai untuk mengatasi sakit, maka buah cabe jawa dimanfaatkan dalam bentuk mentah atau kering yang dicampur dengan bahan lainnya. Semua bahan dicampur, lalu direbus, dan airnya diminum sehari tiga kali.</p>
<p>Ibu-ibu yang baru melahirkan bisa memanfaatkan akar kering cabe jawa untuk dipakai membersihkan rahim. Caranya, akar cabe jawa seberat tiga gram ditumbuk halus, dan diseduh air panas. Air tersebut diminum sehari sekali.</p>
<p>Pada keluhan perut, terutama untuk meredakan kejang perut, daun cabe jawa sebanyak tiga lembar ditumbuk halus dan diseduh dengan segelas air panas. Airnya diminum. Air seduhan ini juga bisa digunakan sebagai obat kumur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petaniindonesia.com/2010/05/07/cabai-jawa-pembersih-rahim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cabe Jawa(Long Pepper)</title>
		<link>http://www.petaniindonesia.com/2010/05/06/cabe-jawalong-pepper/</link>
		<comments>http://www.petaniindonesia.com/2010/05/06/cabe-jawalong-pepper/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 04:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cabe jawa]]></category>
		<category><![CDATA[cabe jawa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kayu manis]]></category>
		<category><![CDATA[long pepper]]></category>
		<category><![CDATA[nama lain cabe jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petaniindonesia.com/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Cabe jawa, cabe jamu, lada panjang, atau cabe saja (Piper retrofractum Vahl. syn. P. longum) adalah kerabat lada dan termasuk dalam suku sirih-sirihan atau Piperaceae. Dikenal pula sebagai cabe solak (Madura) dan cabia (Sulawesi). Tumbuhan asli Indonesia ini populer sebagai tanaman obat pekarangan dan tumbuh pula di hutan-hutan sekunder dataran rendah (hingga 600m di atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cabe jawa, cabe jamu, lada panjang, atau cabe  saja (Piper retrofractum Vahl. syn. P. longum) adalah kerabat lada dan termasuk dalam suku sirih-sirihan atau Piperaceae. Dikenal pula sebagai cabe solak (Madura) dan cabia (Sulawesi). Tumbuhan asli Indonesia ini populer sebagai tanaman obat  pekarangan dan tumbuh pula di hutan-hutan sekunder dataran rendah (hingga 600m di atas permukaan laut).</p>
<p>Tumbuhan ini produknya telah dikenal oleh orang Romawi sejak lama dan sering dikacaukan dengan lada. Di Indonesia sendiri buah keringnya digunakan sebagai rempah pemedas. Sebelum kedatangan cabai (Capsicum spp.), tumbuhan inilah yang disebut &#8220;cabe&#8221;. Cabai sendiri oleh orang Jawa dinamakan &#8220;lombok&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petaniindonesia.com/2010/05/06/cabe-jawalong-pepper/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia berpeluang meningkatkan pangsa pasar kopi di Eropa</title>
		<link>http://www.petaniindonesia.com/2010/04/26/indonesia-berpeluang-meningkatkan-pangsa-pasar-kopi-di-eropa/</link>
		<comments>http://www.petaniindonesia.com/2010/04/26/indonesia-berpeluang-meningkatkan-pangsa-pasar-kopi-di-eropa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 09:11:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[aroma kopi]]></category>
		<category><![CDATA[import kopi]]></category>
		<category><![CDATA[jenis kopi]]></category>
		<category><![CDATA[jenis kopi indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kopi eropa]]></category>
		<category><![CDATA[kopi indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan harga kopi]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan pasar kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petaniindonesia.com/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[Written by Eko Nugroho Monday, 01 October 2007 Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Dr. Massimiliano Fabian, Ketua SCAE (Specialty Coffee Association in Europe) dan Dr. Vencenzo Sandalj, Presiden Associazione Caffè Trieste Italia pada acara pertemuan dengan pengurus dan anggota AEKI pusat di Jakarta pada tanggal 14 September 2007 yang lalu. Pertemuan bisnis antara beberapa pengusaha kopi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Written by Eko Nugroho<br />
Monday, 01 October 2007</strong></p>
<p>Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Dr. Massimiliano Fabian, Ketua SCAE (Specialty Coffee Association in Europe) dan Dr. Vencenzo Sandalj, Presiden Associazione Caffè Trieste Italia pada acara pertemuan dengan pengurus dan anggota AEKI pusat di Jakarta pada tanggal 14 September 2007 yang lalu. Pertemuan bisnis antara beberapa pengusaha kopi Italia dan pengurus dan anggota AEKI ini juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, sedangkan Menteri Pertanian diwakili oleh Dirjen P2HP Djoko S. Damardjati.</p>
<p><a href="http://www.petaniindonesia.com/wp-content/uploads/2009/02/coffee_beans.jpg"><img src="http://www.petaniindonesia.com/wp-content/uploads/2009/02/coffee_beans.jpg" alt="coffee_beans" title="coffee_beans" width="450" height="337" class="aligncenter size-full wp-image-278" /></a></p>
<p>Dalam perbincangan secara informal dengan pengusaha kopi Italia tersebut, Menteri Perdagangan menyambut baik kedatangan pengusaha kopi Italia ini dan juga pertemuan semacam ini karena dengan melihat langsung perkopian Indonesia maka pengusaha kopi Italia dapat mengetahui potensi dan kemampuan Indonesia dalam menyediakan kopi dunia. Menteri mengharapkan kunjungan ini akan memberikan daya dorong bertambahnya sharing pasar kopi Indonesia untuk kawasan Italia dan Negara sekitarnya. Selanjutnya Menteri juga mendukung agar AEKI ikut berperan aktif pada pameran kopi Espresso bulan Nopember tahun 2008 yang akan datang dan juga mendukung pastisipasi AEKI pada pameran tunggal Indonesia di Trieste pada bulan Nopember 2007 yang akan datang yang mengedepankan thema “buah tropis dan minuman Indonesia”.</p>
<p>Seperti diketahui bahwa kunjungan pengusaha kopi Italia ini merupakan program yang dirancang KBRI Roma bidang Pertanian dengan Asosiasi Kopi Trieste dan SCAE. Sebelum ke Jakarta ronbongan berkunjung ke Palembang dan bertemu dengan Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili oleh Sekretaris daerah da serta mengadakan pertemuan bisnis dengan AEKI Sumatera Selatan serta melakukan uji rasa beberapa kopi produksi Sumatera Selatan. Dari hasil uji rasa terhadap 4 sampel kopi dari daerah produksi yang berbeda, menurut mereka kopi Semendo memberikan cita rasa terbaik daripada kopi dari daerah lainnya.</p>
<p>Setelah berkunjung ke Jakarta, tanggal 16 september 2007 rombongan pengusaha kopi Italia ini juga mengunjungi pelabuhan dan pergudangan kopi di Surabaya. Di daerah ini rombongan menyaksikan proses bongkar muat di pelabuhan Tanjung Perak dan juga mengunjungi gudang penyimpanan kopi milik PTPNXII. Rombongan menyatakan kesan positifnya terhadap kualitas kopi yang siap di ekspor oleh PTPN XII. Malam harinya rombongan juga mengadakan pertemuan dengan pengurus dan anggota AEKI Cabang Jatim yang dipimpin langsung oleh ketuanya Bapak Yahmadi.</p>
<p>Tanggal 17 September 2007, rombongan menuju Bali dan melihat kebun kopi arabika di daerah Bangli, Kintamani. Di daerah ini rombongan juga melakukan uji rasa kopi antara yang di fermentasi selama 12 jam dan 36 jam. Menurut mereka cita rasa kopi yang dihasilkan dari proses fermentasi selama 12 jam memiliki rasa yang lebih baik dan cocok untuk selera orang Eropa, sementara cita rasa kopi dari kopi yang difermentasi selama 36 jam lebih cocok untuk selera orang Amerika, Jepang dan Australia.</p>
<p>Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali mengatakan bahwa peluang ekspor ini memotivasi para petani kopi arabika untuk meningkatkan produksinya. Kopi Arabika yang diproduksi di Kintamani memiliki rasa khas kopi kintamani beraroma jeruk. Hal ini dikarenakan budidaya tanaman kopi di daerah kintamani diselingi oleh tanaman jeruk.<br />
Dilaporkan bahwa tahun 2006, luas areal kopi arabika di Bali seluas 7.511 ha. Areal ini menciut selama lima tahun terakhir. Paa tahun 2002, luas lahan kopi arabika didaerah itu seluas 9.460 hektar. Produksi tahun lalu sebanyak 2.679,058 ton sedangkan tahun ini siperkirakan sebasar 2.067 ton.</p>
<p>Dalam acara perpisahan di pelataran lobby hotel Asthon Resort Bali tempat rombongan menginap, Atase Pertanian KBRI Roma menyatakan bahwa kunjungan ini akan dinilai berhasil jika ada follow up positif dari hasil pembicaraan rombongan ini dengan pihak terkait Indonesia, baik dari aspek bisnis, maupun aspek perbaikan kualitas kopi Indonesia dan juga segi penelitian terkait tanaman kopi. Selanjutnya Attani KBRI Roma juga mengharapkan dukungan Asosiasi Kopi Trieste dan SCAE pada pameran tunggal Indonesia di Trieste pada bulan Nopember 2007 dan juga program pertemuan bisnis kopi antara Indonesia dengan Italia saat pameran kopi espresso bulan Nopember tahun 2008 yang akan datang.</p>
<p>Sumber : www.deptan.go.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petaniindonesia.com/2010/04/26/indonesia-berpeluang-meningkatkan-pangsa-pasar-kopi-di-eropa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lettuce: Si Selada Segar Pencegah Kanker</title>
		<link>http://www.petaniindonesia.com/2010/04/23/lettuce-si-selada-segar-pencegah-kanker/</link>
		<comments>http://www.petaniindonesia.com/2010/04/23/lettuce-si-selada-segar-pencegah-kanker/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 12:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petaniindonesia.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Sayuran segar yang sering ditemui pada salad ternyata bukan sayuran biasa. Selain enak, lettuce atau selada ini mampu mencegah terjadinya kanker. Bagaimana mungkin? Sayuran hijau ini tak hanya sering ditemui di sajian salad tapi juga kerap menghiasi piring makan Anda sebagai pemanis. Tapi siapa sangka kalau lettuce atau yang lebih dikenal dengan nama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Sayuran segar yang sering ditemui pada salad ternyata bukan sayuran biasa. Selain enak, lettuce atau selada ini mampu mencegah terjadinya kanker. Bagaimana mungkin?</p>
<p>Sayuran hijau ini tak hanya sering ditemui di sajian salad tapi juga kerap menghiasi piring makan Anda sebagai pemanis. Tapi siapa sangka kalau lettuce atau yang lebih dikenal dengan nama selada ini memiliki manfaat yang cukup besar untuk kesehatan.</p>
<p>Sayuran hijau yang mudah didapat di pasar tradisional atau supermarket tersebut memiliki kandungan serat yang tinggi. Sayuran hijau seperti lettuce mengandung banyak beta carotein yang bernama lutein dan zeaxanthin. Keduanya adalah antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari berbagai penyakit kanker seperti kanker kulit, payudara, dan paru-paru.</p>
<p><a href="http://www.petaniindonesia.com/wp-content/uploads/2010/04/lettucectt.jpg"><img src="http://www.petaniindonesia.com/wp-content/uploads/2010/04/lettucectt.jpg" alt="lettucectt" title="lettucectt" width="360" height="270" class="aligncenter size-full wp-image-484" /></a></p>
<p>Selada atau lettuce terdiri dari dua jenis, selada air dan selada daun. Keduanya sama-sama memiliki antioksidan lengkap yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau imun. Selada air dipercaya mampu mengobati tuberkolosis dan mencegah terjadinya gangguan paru-paru yang diakibatkan oleh rokok.</p>
<p>Kandungan vitamin pada lettuce juga cukup banyak. Mulai dari vitamin A, C, E, dan beberapa jenis mineral seperti magnesium, asam folat, zat besi, fosfor, dan natrium. Lettuce juga mengandung vitamin B kompleks tapi tidak terlalu dominan. Kombinasi vitamin C dan betakaroten yang terkandung dalam lettuce juga bisa membantu menjaga kesehatan jantung.</p>
<p>Nah, kalau sudah tahu manfaat lettuce yang begitu besar, masihkah Anda menjadikan lettuce hiasan atau bahkan menyingkirkannya?</p>
<p>Sumber : detik.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petaniindonesia.com/2010/04/23/lettuce-si-selada-segar-pencegah-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Kopi</title>
		<link>http://www.petaniindonesia.com/2010/04/23/mengenal-kopi/</link>
		<comments>http://www.petaniindonesia.com/2010/04/23/mengenal-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 09:33:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[kopi dangdut]]></category>
		<category><![CDATA[kopi idola]]></category>
		<category><![CDATA[kopi indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kopi jawa]]></category>
		<category><![CDATA[kopi robusta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petaniindonesia.com/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa anda ke Starbucks? Karena kopinya enak? Bagaimana kalau anda bisa membuat kopi yang (jauh) lebih enak di rumah, atau di kantor? Semua bahan2nya tersedia. Indonesia ini salah satu penghasil kopi terbaik di dunia kok. Yang anda perlukan hanya sedikit tambahan pengetahuan tentang kopi dan alat yang tepat. Bagi sebagian orang, minum kopi setiap hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa anda ke Starbucks? Karena kopinya enak? Bagaimana kalau anda bisa membuat kopi yang (jauh) lebih enak di rumah, atau di kantor? Semua bahan2nya tersedia. Indonesia ini salah satu penghasil kopi terbaik di dunia kok. Yang anda perlukan hanya sedikit tambahan pengetahuan tentang kopi dan alat yang tepat.</p>
<p>Bagi sebagian orang, minum kopi setiap hari merupakan satu keharusan. Di samping rasanya enak, kopi juga punya banyak manfaat (ada beberapa salah pengertian tentang efek negatif kopi yang dijelaskan di sini). Lalu mengapa kopi yang dijual di kebanyakan coffee shop lebih “enak” rasanya dari kopi yang kita buat sendiri di rumah? Ada beberapa faktor, antara lain:</p>
<p><b>1. Arabica vs Robusta</b></p>
<p>Kebanyakan kopi yang kita minum adalah kopi Robusta (kalaupun di-blend, persentase kopi Robustanya biasanya lebih banyak), yang kualitasnya di bawah kopi Arabica. Kenyataannya kopi2 Arabica terbaik dari Indonesia lebih banyak diekspor daripada beredar di pasaran dalam negeri -satu hal yang secara bisnis dapat dimaklumi- di sisi lain menyebabkan rata2 orang Indonesia tidak bisa menikmati hasil terbaik dari negerinya sendiri. Tapi kalau kita mau cari, di supermarket2 biasanya ada kok. Cuma harganya sedikit lebih mahal dibandingkan kopi Robusta/blend.<br />
Tabel perbandingan kopi Arabica vs Robusta bisa dilihat di sini. Kalau masih ada yang kurang yakin mengenai perbedaan kualitas dan rasa kopi Arabica vs Robusta, bisa dibaca di bagian “Tentang Espresso”.</p>
<p><b>2. Kopi Biji dan Kesegaran Kopi</b></p>
<p>Mungkin belum banyak yang tahu (atau belum yakin?) bahwa kesegaran kopi sangat sangat berpengaruh pada kualitas minuman kopi yang dihasilkan. Biji kopi akan menurun kualitasnya secara drastis sekitar 10 hari setelah digoreng/digongseng, juga akan kehilangan sebagian besar elemen rasa dan aromanya hanya beberapa detik setelah digiling. Itu sebabnya semua coffee shop menggiling kopinya hanya sesaat sebelum diekstraksi. Kalau kita biasa membuat kopi dari kopi bubuk, coba bayangkan sudah berapa umur kopi itu sejak digiling? Coba perhatikan siapa tau sudah ada jenggot yang tumbuh di dagunya. Hehehe..<br />
Jadi ada 2 masalah yang harus dipecahkan di sini:<br />
a. Di mana kita bisa mendapatkan kopi yang benar2 fresh (kurang dari 10 hari setelah digongseng)?<br />
Coffee roaster memang masih jarang di Indonesia, tapi saya yakin paling tidak ada 1 coffee roaster di kota2 besar di Indonesia. Kalau tidak, dari mana coffee shop mendapatkan fresh coffee-nya? Tugas anda adalah menemukan mereka <img src='http://www.petaniindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
b. Sebaiknya kita menggiling kopi kita sendiri, dan mengekstraksi kopi secepatnya setelah digiling.<br />
Maka kita membutuhkan mesin penggiling kopi (selanjutnya disebut grinder). Yang membawa kita ke faktor berikutnya..</p>
<p><b>3. Grinder</b></p>
<p>Tentu saja kita tidak perlu memiliki grinder seukuran yang biasanya dipakai di coffee shop, tapi kualitas grinder juga sangat sangat penting. Grinder yang baik akan menghasilkan bubuk kopi yang ukurannya konsisten/seragam, sedangkan yang kurang baik akan menghasilkan bubuk kopi dengan ukuran butiran tidak sama. Ketidakseragaman ukuran butiran akan menyebabkan butiran yang berukuran lebih kecil akan terekstraksi secara berlebihan sedangkan yang berukuran lebih besar kurang terekstraksi. Bingung? Coba bayangkan tablet effervescent (Redoxon dan teman2nya -maaf menyebut merk <img src='http://www.petaniindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  ). Bagi menjadi 2 bagian yg berukuran tidak sama, kemudian masukkan ke dalam segelas air. Yang berukuran lebih kecil larut lebih dulu kan? Juga bila anda menggunakan press pot, butiran2 yang sangat kecil akan lewat dari saringan. Secara keseluruhan, minuman kopi yang dihasilkan menjadi kurang maksimal.<br />
Secara umum ada 2 macam grinder:<br />
a. Blade Grinder (menggunakan semacam pisau untuk menggiling, hampir seperti blender)<br />
Sangat tidak disarankan untuk menggiling kopi karena tidak bisa menghasilkan ukuran butiran yang seragam.<br />
b. Burr Grinder (menggunakan gigi2 seperti bor untuk menggiling). Ada 2 macam:<br />
- Conical Burr Grinder: grinder terbaik di pasaran.<br />
- Flat Burr Grinder: kualitasnya sedikit di bawah conical burr, namun dijual dengan harga lebih terjangkau.<br />
Ada beberapa burr grinder untuk home-use (seperti Bodum Antigua, atau Solis Maestro Plus) yang berkualitas baik.</p>
<p><b>4. Tentang Espresso</b></p>
<p>Satu lagi hal penting yang sering kita lupakan dalam membuat kopi adalah suhu yang tepat. Dalam biji kopi yang telah digongseng sudah terdapat gula yang terkaramelisasi. Jadi bila anda mengekstraksi kopi dengan suhu yang benar2 tepat, anda tidak akan perlu menambahkan gula untuk mendapatkan rasa manis. Suhu terlalu tinggi akan membakar kopi (+gulanya) sehingga rasanya menjadi lebih pahit, sedangkan suhu terlalu rendah akan meningkatkan kadar keasamannya. Kalau ada yang pernah coba minum kopi+air dingin kemudian sakit perut, itu karena tingkat keasamannya terlalu tinggi. Ruwetnya lagi, kopi dari tiap daerah mempunyai suhu optimal yang berbeda. Tapi jangan khawatir. Ada satu cara untuk mengeliminasi masalah ini: mesin espresso.<br />
Mesin espresso bisa menyediakan suhu yang tepat dan stabil sepanjang proses ekstraksi kopi. Itulah sebabnya saya berpendapat bahwa espresso yang sempurna adalah bentuk sempurna dari minuman kopi (meskipun saya bukan peminum espresso sejati. Saya selalu mencampurkan susu ke dalam espresso saya <img src='http://www.petaniindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  ). Keunggulan espresso:</p>
<p>a. Selain memaparkan air kepada butiran kopi dengan suhu yang tepat dan stabil, mesin espresso juga menekan butiran2 kopi dengan tekanan tinggi (9-10 bar). Masing2 butiran kopi diekstraksi secara maksimal sehingga karakter rasa dan aromanya benar2 berpindah hampir seluruhnya ke cangkir anda. Coba saja ekstraksi kopi Robusta dengan mesin espresso, anda akan tahu mengapa harganya lebih murah dari kopi Arabica yang berasal dari daerah yang sama <img src='http://www.petaniindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
b. Karena suhunya tepat, espresso bisa langsung diminum begitu disajikan; atau lebih tepatnya harus langsung diminum begitu disajikan. Karena suhu penyajiannya lebih rendah dari air mendidih, espresso cepat sekali menjadi dingin. Kopi lebih enak diminum hangat kan?<br />
Bila anda suka menambahkan susu ke dalam kopi anda seperti saya, susu hangat dengan suhu kurang lebih sama dengan espresso yang baru disajikan akan bercampur dengan sendirinya tanpa perlu diaduk. Ini menyebabkan para ahli espresso bisa membuat berbagai macam “gambar” di permukaan kopi hanya dengan “mengakali” cara menuangkan susu ke atas kopinya, atau biasa disebut latte art. Di bawah ini ada beberapa contoh latte art. Kalau anda bisa membuat kopi anda terlihat secantik rasanya, tidak ada salahnya kan?</p>
<p>Pada artikel2 mendatang saya juga akan membahas mengenai teknik2 latte art. Tidak butuh waktu terlalu lama kok untuk belajar.</p>
<p>Sumber : www.kopitips.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petaniindonesia.com/2010/04/23/mengenal-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Tambah 300.000 Ha Perkebunan Tebu Baru</title>
		<link>http://www.petaniindonesia.com/2010/01/18/pemerintah-tambah-300-000-ha-perkebunan-tebu-baru/</link>
		<comments>http://www.petaniindonesia.com/2010/01/18/pemerintah-tambah-300-000-ha-perkebunan-tebu-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 14:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[penambahan perkebunan]]></category>
		<category><![CDATA[perkebunan tebu]]></category>
		<category><![CDATA[perluasan perkebunan]]></category>
		<category><![CDATA[produksi gula]]></category>
		<category><![CDATA[subsidi tebu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petaniindonesia.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[BANDUNG, KOMPAS.com &#8211; Pemerintah berencana menambah lahan perkebunan tebu baru di Indonesia seluas 300.000 hektar (ha) hingga tahun 2014. Langkah itu diikuti kemudahan penerbitan hak guna usaha dan bangunan untuk pembangunan pabrik gula hingga 25 unit. Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat saat pembukaan Seminar dan Peluncuran Turbin Produksi PT Nusantara Turbin Dan Propulsi (NTP) di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDUNG, KOMPAS.com &#8211; Pemerintah berencana menambah lahan perkebunan tebu baru di Indonesia seluas 300.000 hektar (ha) hingga tahun 2014. Langkah itu diikuti kemudahan penerbitan hak guna usaha dan bangunan untuk pembangunan pabrik gula hingga 25 unit.</p>
<p>Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat saat pembukaan Seminar dan Peluncuran Turbin Produksi PT Nusantara Turbin Dan Propulsi (NTP) di Bandung, Senin (18/1/2010), mengatakan, kapasitas giling setiap pabrik gula baru itu sekitar 6.000-15.000 ton cane per day .</p>
<p>Penambahan lahan dilakukan seiring dengan langkah pemerintah untuk mempertahankan perkebunan tebu yang ada saat ini seluas 436.000 ha. Kebijakan itu termasuk dalam empat langkah penting yang harus dilaksanakan agar revitalisasi industri gula dapat terwujud.</p>
<p>Langkah kedua yakni menyiapkan infrastruktur perkebunan tebu berupa jalan , jembatan, dan irigasi terutama untuk pembangunan pabrik gula di luar jawa. Hidayat mengatakan, langkah ketiga yakni pemberian insentif.</p>
<p>Bentuknya berupa keringanan atau pembebasan pajak penghasilan, bea masuk, dan subsidi bunga untuk meningkatkan minat pabrik gula yang ada, katanya. Insentif juga diterapkan untuk investor yang menanamkan modalnya di perkebunan tebu dan pembangunan pabrik gula baru.</p>
<p>&#8220;Adapun langkah keempat yaitu, revitalisasi industri permesinan dalam negeri agar mampu mendukung pabrik gula yang ada dan baru nanti ,&#8221; kata Hidayat.</p>
<p>Sumber : Kompas </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petaniindonesia.com/2010/01/18/pemerintah-tambah-300-000-ha-perkebunan-tebu-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jepang Ragukan Kakao Indonesia</title>
		<link>http://www.petaniindonesia.com/2009/12/28/jepang-ragukan-kakao-indonesia/</link>
		<comments>http://www.petaniindonesia.com/2009/12/28/jepang-ragukan-kakao-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 14:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[ekpor coklat ke jepang]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor coklat]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor kokao indonesia ke jepang]]></category>
		<category><![CDATA[kakoa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan coklat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petaniindonesia.com/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com — Jepang, sebagai salah satu negara tujuan ekspor kakao Indonesia, ternyata masih meragukan kualitas produksi dan keamanan kakao Indonesia sebagai bahan pangan. Jepang khawatir, tingkat penggunaan herbisida tinggi dalam proses produksi kakao Indonesia. Pemerintah Jepang pun akhirnya berupaya memperketat persyaratan mutu dan keamanan kakao ekspor yang masuk ke negaranya. Pada tahun 2009, pemerintah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, KOMPAS.com — Jepang, sebagai salah satu negara tujuan ekspor kakao Indonesia, ternyata masih meragukan kualitas produksi dan keamanan kakao Indonesia sebagai bahan pangan. Jepang khawatir, tingkat penggunaan herbisida tinggi dalam proses produksi kakao Indonesia.</p>
<p><a href="http://www.petaniindonesia.com/wp-content/uploads/2009/02/coklat-1.jpg"><img src="http://www.petaniindonesia.com/wp-content/uploads/2009/02/coklat-1.jpg" alt="coklat-1" title="coklat-1" width="263" height="108" class="aligncenter size-full wp-image-312" /></a></p>
<p>Pemerintah Jepang pun akhirnya berupaya memperketat persyaratan mutu dan keamanan kakao ekspor yang masuk ke negaranya. Pada tahun 2009, pemerintah Jepang memberlakukan legislation on food yang menetapkan batas maksimal kandungan bahan kimia herbisida pada kakao ataupun komoditas pangan lain sebesar 0,01 ppm.</p>
<p>Di samping itu, Pemerintah Jepang juga mewajibkan setiap pengiriman produk kakao olahan dari Indonesia ke Jepang melampirkan sertifikat bebas kandungan herbisida 2,4-D (Dichlorophenoxyacetic acid). Seiring dengan diberlakukannya legislation on food tersebut, Pemerintah Indonesia tentu tak tinggal diam.</p>
<p>Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian mengupayakan berbagai macam cara untuk meyakinkan Pemerintah Jepang agar tetap percaya terhadap kualitas kakao ekspor Indonesia.</p>
<p>Salah satu cara yang ditempuh, Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian dibantu oleh peneliti ahli dari Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Sri Noegrohati, Msc, melakukan penelitian khusus kadar herbisida terhadap sampel biji dan bubuk kakao yang akan diekspor ke Jepang.</p>
<p>Menurut Prof Dr Sri Noegrohati, biji dan bubuk kakao Indonesia secara umum mengandung residu herbisida 2,4-D yang sangat rendah, yaitu di bawah 0,01 ppm. Artinya, kakao ekspor Indonesia aman untuk dikonsumsi sebagai bahan pangan. &#8220;Secara umum mengandung residu herbisida yang sangat rendah, yaitu di bawah 0,01 ppm. Kandungan residu itu sangat jauh dari batas maksimal yang ditetapkan Pemerintah Jepang. Jadi, kualitas kakao kita sangat baik dan aman herbisida,&#8221; terangnya saat konferensi pers di Departemen Pertanian, Jakarta, Senin (28/12/2009).</p>
<p>Dengan hasil penelitian tersebut, Pemerintah Indonesia kemudian berencana untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Pemerintah Jepang. Dalam pertemuan dua negara tersebut, Pemerintah Indonesia akan meminta Pemerintah Jepang mencabut keputusan yang mewajibkan setiap pengiriman produk kakao olahan ke Jepang melampirkan sertifikat bebas kandungan herbisida 2,4-D.</p>
<p>Sumber : Kompas</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petaniindonesia.com/2009/12/28/jepang-ragukan-kakao-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
