Jakarta – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan realisasi penetapan pelaksanaan bea keluar (BK) terhadap produk ekspor kakao belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pembahasan mengenai ketentuan itu belum final di tingkat Menko Perekonomian.
“Kakao masih dalam kajian di kantor Menko Perekonomian belum final kajiannya,” kata Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi di sela-sela acara penegahan di KPU Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (9/9/2009).
Dikatakannya sampai saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan tersebut.
“Terserah mereka (pemerintah) kita hanya pelaksananya,” ucap Anwar.
Anwar pun mengakui pelaksanaan dari BK kakao ini belum bisa dipastikan apakah pada tahun ini atau tahun depan nanti, karena kata dia sangat tergantung keputusan pemerintah (Menko).
Seperti diketahui pihak Bea dan Cukai cukup keteteran dengan target pendapatan BK yang tahun 2009 ini dipatok Rp 1,3 triliun.
Realisasi pendapatan Bea Keluar hingga periode 31 Agustus 2009 hanya sebesar Rp 520,7 miliar, padahal target akhir Agustus sebesar Rp 933 miliar atau masih kurang Rp 412,3 miliar, dengan target sampai akhir tahun 2009 sebesar Rp 1,3 triliun.
Sumber : Detik
