Kewaspadaan Terhadap Persaingan Pemasaran Ekspor Produk Cassiavera Indonesia Ke Pasar Eropa

tanaman_33kayu_manis2

Kewaspadaan Terhadap Persaingan Pemasaran Ekspor Produk Cassiavera Indonesia Ke Pasar Eropa
Sehubungan dengan informasi dari KBRI Brussel, Belgia mengenai adanya Issue Coumarin pada kayu manis / cassiavera Indonesia di Pasar Eropa. Dimana hal ini telah disampaikan kepada Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional melalui surat Nomor: 14/BPEN-2/2/2007 dan disampaikan pula kepada Assosiasi Eksportir Cassiavera Indonesia (AECI). Dalam hal ini juga disampaikan bahwa berdasarkan komunikasi KBRI Brusell dengan Pihak DG Health and consumer Protection, European Comminssion (DG SANCOKE) tidak diperolehnya adanya isu coumarin. Coumarin merupakan Phytochemical yang terdapat pada kandungan kayu manis /cassiavera yang ditemukan pada beberapa tanaman seperti kacang-kacangan bunga lavender, strawbery dan buah apricot (data dari encyclopedia). Dimana kadar coumarin yang berlebihan akan menyebabkan kanker hati dan penyakit lever.

Dalam hal ini temuan didapatkan produk cassiavera yang dilakukan oleh Chech Agriculture and Food Inspection Autority. Berdasarkan hasil pengujian terhadap 13 sampel produk Ground Cassievera asal Indonesia yang di impor ke Chezh Republic oleh PEKNY UNIMEX S.RO (Tacvo) dari perusahaan HVS internasional Belanda terdapat kandungan styrene yang membahayakan kesehatan manusia. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan mengggunakan metode analisis GC/MSD ditemukan positif mengandung Styrene (Vynil Benzene) (Styrene is liquid that is derived from petroleum and natural gas by product butt which also occurs naturaly however styrene also occur in environment is a natural component of many commons food as such as coffee, strawberry, bean, etc) sebesar 22 mg/kg. Adapun jumlah yang dipasarkan di Chezh Republic adalah sebesar 2000 Kg. Dalam hal ini harus dapat dibedakan antara Coumarin atau styrene yang terdapat pada kandungan cassiavera tersebut. Apapun hal tersebut harus diperhatikan karena menyangkut moral hazard bagi kesehatan manusia ataupun konsumer yang menggunakan produk tersebut.

Melalui KBRI Brusell, Belgia melakukan koordinasi dengan KBRI Den Haag dan KBRI Praha untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai kasus ini. Dengan kasus temuan tersebut diharapkan Instansi terkait dan Assosiasi Eksportir Cassiavera Indonesia (AECI) dapat memperhatikan kasus temuan tersebut, mengingat persaingan kayu manis / cassiavera Indonesia tetap akan bersaing di Pasar Eropa.

Sources: KBRI Brusell dan Berbagai sumber. Data diolah: Frans Hero Kamsia Purba
Staf Subdit Promosi dan Pengembangan Pasar

Direktorat Pemasaran Internasional

Ditjen PPHP

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment