Pengembangan kawasan sayuran dan biofarmaka difokuskan pada beberapa komoditas unggulan yang potensial dikembangkan dan dapat menembus pasar internasional. Komoditas tersebut terdiri atas; Jamur, Kubis, Kentang, Bawang Merah, Tomat, dan Biofarmaka.
Upaya Pengembangan Kawasan Sayuran dan Biofarmaka guna peningkatan dan akselerasi ekspor dilakukan melalui beberapa kegiatan antara lain :
1. Pengembangan Kawasan Jamur
Terdapat beberapa sentra dan kawasan yang potensial untuk pengembangan budidaya jamur merang maupun jamur kayu, namun sejauh ini, sentra atau kawasan yang telah berorientasi ekspor terdapat di Kab.Brebes (Jawa Tengah) dan Kab.Sleman (Yogyakarta). Kawasan Hortikultura dengan Pendampingan Intensif (KHPI) dalam pengembangan jamur dewasa ini baru terdapat di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kabupaten Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, dan Cirebon.
2. Pengembangan Kawasan Kubis
Budidaya tanaman kubis banyak dilakukan masyarakat di dataran tinggi, dan kebanyakan dilakukan secara konvensional dalam skala kecil dan menengah. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, komoditi ini banyak yang diekspor.
Pengembangan Kawasan kubis dewasa ini yang dilaksanakan dengan pendampingan intensif dan berorientasi ekspor berada pada wilayah Kab. Simalungun dan Karo (Propinsi Sumatera utara), Kab. Bandung, Majelengka, Bandung Barat dan Garut (Propinsi Jawa Barat), Kab. Malang, Jember dan Kota Batu (Propinsi Jawa Timur).
3. Pengembangan Kawasan Kentang
Kawasan pengembangan intensif tanaman kentang dewasa ini dilaksanakan di provinsi Sulawesi Utara, mencakup Kabupaten Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur (kawasan MODASSI) dengan areal produksi sekitar 20.000 Ha.
4. Pengembangan Kawasan Bawang Merah
kawasan pengembangan bawang merah, dengan lokasi di Jawa Barat (kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka), dan Provinsi Jawa Tengah (kabupaten Brebes dan Tegal). Selama ini bawang merah dari sentra produksi di Jawa Tengah dan Jawa Barat ini sering mengisi pasar ekspor.
5. Pengembangan Kawasan Biofarmaka
Pengembangan kawasan tanaman biofarmaka dengan pendampingan intensif telah dilaksanakan di provinsi Jawa Tengah (Kab. Wonogiri, Karanganyar, Magelang, Semarang, Purworejo dan Kota Semarang) dan Yogyakarta (Kab. Kulon Progo Bantul dan Gunung Kidul) melalui pendekatan terpadu, baik komoditas maupun cakupan kegiatan (hulu sampai hilir).
Sumber : Deptan


Pengembangan areal pertanian akan lebih efektif,ekonomis,hemat biaya dengan Pompa Air Tanpa BBM,LISTRIK,syarat :Harus ada sungai atau sejenisnya yg menglir.Barang ada dijakarta.Kami jg menyediakan BIBIT BUAH NAGA merah,putih.
jika berminat bs hubungi saya, dinomer : 081556692136 atau 081383911615.
Terima kasih,
Maslihan