EKSPOR BUAH UNGGULAN

fruit-1

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil buah tropis yang memiliki keanekaragaman dan keunggulan cita rasa yang cukup baik bila dibandingkan dengan buah-buahan dari negara-negara penghasil buah tropis lainnya. Produksi buah tropika nusantara terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, pada tahun 2007 produksi buah Indonesia sebesar 17.116.622 ton atau naik sekitar 4,18 % bila dibandingkan dengan produksi tahun 2008 sebesar 17.831.252 ton.

Peluang pasar hortikultura internasional yang terbuka luas sampai saat ini masih belum dimanfaatkan secara baik oleh pelaku hortikultura nasional. Berbagai upaya peningkatan produksi dan mutu yang dilaksanakan seperti penerapan GAP/SOP, penataan rantai pasokan, pengembangan kelembagaan usaha dan peningkatan investasi di bidang hortikultura pada akhirnya diharapkan juga untuk dapat mengisi peluang pasar di tingkat internasional.

EKSPOR BUAH INDONESIA DALAM PERDAGANGAN DUNIA

Perdagangan buah tropika di tingkat dunia terus mengalami peningkatan berdasarkan data FAO mengenai perdagangan (Morey, 2007). Pada tahun 2004, jenis buah tropika utama yang diimpor pada tingkat dunia adalah pisang (12,4 juta ton), nenas (1,6 juta ton), mangga (732 ribu ton) dan pepaya (208 ribu ton). Negara terbesar yang mengimpor buah tropika dalam bentuk segar adalah Amerika Serikat diikuti oleh negara-negara Eropa.

Volume ekspor total untuk mangga, manggis dan jambu biji dipasar dunia mencapai 1.178.810 ton dalam tahun 2005. Indonesia berkontribusi sebesar 1.760 ton atau 0,15 persen dari ekspor total dunia. Impor total dunia untuk ketiga komoditas tersebut mencapai 857.530 ton dan untuk Indonesia hanya sebesar 540 ton atau sekitar 0,06 persen (FAO, 2007). Dalam tahun 2006, ekspor total dari komoditas tersebut menjadi 901.520 ton senilai US $ 684,6 juta (NAFED, 2007).

Indonesia memiliki beragam jenis buah-buahan bermutu yang berpotensi untuk mendatangkan devisa bagi negara. Untuk total ekspor buah Indonesia pada tahun 2006 sebesar 26.236 ton atau senilai US $ 144.492.469, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 39,92 % bila dibandingkan dengan volume ekspor pada tahun 2007 sebesar 15.761 ton atau senilai US $ 93.652.526. Sedangkan untuk tahun 2008 volume ekspor buah meningkat sebesar 105,50% dibanding tahun sebelumnya yaitu 32.389 ton dengan nilai US $ 234.867.444.

Khusus untuk pasar ekspor, beberapa komoditas buah-buahan Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ini telah banyak diminati pasar dunia seperti Manggis, Salak, Mangga dan lain sebagainya. Adapun produk buah-buahan ekspor Indonesia dan negara tujuan ekspor yang telah berjalan saat ini diantaranya:

- Manggis : Jepang, Hongkong, Korea, Taiwan, Cina, Singapura, Malaysia, Vietnam, India, Arab Saudi, Belanda, Swiss, Perancis, Jerman, Belgia

- Alpukat : Singapura, Malaysia, Brunei

- Nenas : Jepang, Korea, Singapura, Arab Saudi, Iran

- Pisang : Jepang, Hongkong, Korea, Malaysia, Iran, Arab Saudi, USA, Belanda

- Mangga : Jepang, Hongkong, Singapura, Brunei, Arab Saudi, USA, Perancis, Austria

- Melon : Jepang, Singapura, Malaysia

- Salak : China, Malaysia, Hongkong, Makau

- Apel : Malaysia

UPAYA PENINGKATAN DAN AKSELERASI EKSPOR BUAH

Peningkatan dan akselerasi ekspor buah dilakukan dengan beberapa kegiatan antara lain :

1. Pengembangan Kawasan Buah

Pengembangan kawasan akan menjadi suatu bentuk implementasi yang prima dari fungsi pemerintahan pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam kerangka desentralisasi pemerintahan.

Direktorat Jenderal Hortikultura telah menetapkan 5 kawasan buah tropika dengan pendampingan intensif, antara lain yaitu :

a) Nenas di Kabupaten Pontianak dan Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat

b) Mangga di Kabupaten Indramayu, Cirebon dan Majalengka, provinsi Jawa Barat serta Probolinggo, Situbondo, Pasuruan, Bondowoso provinsi Jawa Timur

c) Manggis di Purwakarta, Bogor, Tasikmalaya dan Subang Provinsi Jawa Barat

d) Salak di kabupaten Sleman provinsi DIY dan kabupaten Magelang, Banjarnegara di provinsi Jawa Tengah

e) Melon di kabupaten Sragen, Pekalongan, Karanganyar, provinsi Jawa Tengah

2. Promosi Dalam Negeri

a) Gelar buah di Istana Negara hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.

b) Promosi pada acara Produk Pameran Ekspor (PPE) kerjasama dengan Departemen Perdagangan.

c) Indonesia Tropical Fruit Festival (ITF2) dirancang untuk memperkenalkan buah tropika nusantara kepada masyarakat luas.

d) Pemasyarakatan buah tropika nusantara dilaksanakan kerjasama dengan Taman Buah Mekarsari.

e) Kegiatan pemasyarakatan konsumsi buah dalam kesehatan keluarga yang dibuka oleh Menteri Pertanian.

f) Lomba Kebun Buah GAP.

3. Promosi Luar Negeri

a) Pada tahun 2007 Promosi Buah di Tokyo.

b) Pada tahun 2008 mengikuti pameran di China – Asean Expo.

4. Akselerasi Ekspor

a) Salak

- Koordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Karantina, Ditjen Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian, Ditjen Perluasan Lahan dan Pengelolaan Air, Puslitbang Hortikultura, Dinas Pertanian Provinsi/ Kabupaten/Kota, BPTP, BPTPH, BPSB, Asosiasi Salak dan eksportir.

- Telah tersusun Pest List, Sanitary and Phytosanitary (SPS) sebagai persyaratan perkaratinaan.

- Penandatanganan nota kesepakatan protokol ekspor salak (MOU) antara Negara Republik Indonesia dengan Republik Rakyat China.

- Kebun salak GAP yang diregistrasi sebanyak 506 kebun salak seluas 86,4 ha di Kabupaten Sleman – DIY, dan di Kabupaten Magelang-Provinsi Jawa Tengah sebanyak 299 kebun salak seluas 41,59 ha.

- Produk Salak yang sudah diekspor ke Republik Rakyat China sejak bulan 19 September 2008 sampai 2 April 2009 (± 6 bulan) adalah 214 ton.

b) Nenas

- Koordinasi dengan instansi terkait telah dilaksanakan meliputi Badan Karantina Pertanian, Ditjen. Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian, Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Keluarga Kantor Menko Kesra, Balai Besar Pascapanen, PKBT – IPB, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Subang, Asosiasi Petani Nenas Subang, dan eksportir.

- Kebun nenas yang telah diregistrasi sebanyak 3 kebun dengan luas 28 Ha.

- Nenas yang diekspor telah memenuhi standar mutu dalam perdagangan internasional, sejak 3 tahun terakhir telah di ekspor ke beberapa negara seperti : Korea Selatan, Iran, Arab Saudi dan Mesir

5. Membangun Pencitraan Produk Buah Tropika Nusantara

Membangun pencitraan Salak Pondoh Indonesia di Forum Internasional seperti mempublikasikan salak pondoh dalam tulisan/buletin Internasional

6. Penyusunan Pest List Untuk Akses Pasar Ekspor Produk Hortikultura

Ke depan, mulai tahun 2009 dirancang untuk kegiatan pemenuhan persyaratan SPS-WTO terintegrasi dengan sistem perlindungan tanaman hortikultura yang ada. Dengan demikian pemenuhan persyaratan SPS akan terkait dengan tugas pokok dan fungsi unit-unit kelembagaan perlindungan tanaman hortikultura yang ada sesuai dengan komoditas dan lokasi produksinya.

7. Penanganan OPT melalui kerjasama institusi untuk akses pasar

a. Kerjasama dengan lembaga internasional

b. Kerjasama institusi di dalam negeri

1) Dengan Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Ditjen PPHP)

2) Dengan Badan Karantina Pertanian

3) Dengan Badan Pengkajian dan Penerapat Teknologi (BPPT)

Sumber : Deptan

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment