Menurut Austrade (www.austrade.gov.au), jam-jam kerja di Saudi Arabia memang berbeda dengan jam-jam kerja di negara lain. Kantor-kantor umumnya buka dari jam 8:00 pagi sampai jam 2:00 siang waktu setempat Sabtu-Rabu. Beberapa perusahaan ada Juga yang buka kembali untuk beberapa jam pada sore hari dan atau pada pagi hari Kamis.
Bank-bank buka antara jam 08:00 pagi sampai tengah hari, Sabtu – Kamis, bagaimanapun jam buka bank-bank ini diselingi waktu-waktu beribadah.
Perusahaan-perusahaan pengecer tutup setelah ibadah tengah hari dan buka kembali sekitar jam 4:00 sore sampai jam 9:00 malam, Sabtu sampai Kamis.
Kementerian-kementerian lazimnya buka antara jam 08:30 pagi sampai jam 2:00 siang, Sabtu sampai Rabu.
Praktek praktek bisnis
Kunjungan bisnis sepanjang bulan Ramadhan (bulan puasa) dan masa naik Haji harus dihindari mengingat jam jam kerja dikurangi dan banyak pelaku bisnis yang berkedudukan tinggi tidak akan berada di kantor-kantornya.
Basa-basi sangat penting untuk membentuk saling percaya dan harus tidak boleh dilakukan secara terburu-buru dan apalagi diabaikan. Dalam pembicaraan bisnis perkenalan, pembicaraan seringkali berpusat pada menanyakan kesehatan dan kesejahteraan orang lain (lawan bicara), tapi jangan bertanya hal-hal yang menyangkut isteri dan anggota keluarganya yang perempuan.
Tidaklah di luar kelaziman bagi seorang pelaku bisnis Saudi atau pejabat untuk menerima sejumlah tamu di kantornya untuk membahas berbagai hal sekaligus. Ketika diterima di suatu kantor, anda akan diberikan sebuah tempat duduk dan disajikan minuman/makanan dan disibukkan dalam pembicaraan perkenalan, setelah itu tuan rumah anda itu akan menunda pembicaraan dengan anda untuk menyibukkan dirinya dengan tamu-tamu lainnya sebelum kembali lagi kepada anda untuk melanjutkan pembicaraan.
Untuk memperoleh sebuah visa bagi seorang wanita pelaku bisnis yang akan mengunjungi Saudi, prosesnya bisa berkepanjangan dan ruwet. Umumnya adalah lebih mudah apabila wanita pelaku bisnis termaksud menjadi bagian dari suatu delegasi, bagaimanapun, wanita pelaku bisnis itu hanya dapat menghadiri pertemuan¬pertemuan bisnis apabila didampingi seorang wakil laki-laki yang akan melakukan pertemuan atas nama wanita pelaku bisnis tersebut.
Minuman/makanan (misalnya kopi, teh) harus selalu diterima dan diminum. Kopi ditawarkan kepada tame menurut urutan peringkatnya, apabila diberitahukan kepada tuan rumah. Menurut adat-istiadatnya, minum kopi atau teh hares lebih dari sate cangkir tapi tidak lebih dari berapa kali disajikan oleh tuan rumah atau orang lainnya. Untuk meniadakan sajian berikutnya, anda harus menggoyang-goyangkan cangkir tatkala mengembalikannya kepada yang melayani.
Di kalangan bisnis, pakaian standard untuk laki-laki adalah setelan baju dengan dasi dan jas. Kalau memakai pakaian santai dapat diterima tapi tidak boleh tampil di muka umum.
Orang-orang perempuan hares memakai pakaian yang panjang dan longgar. Orang-orang perempuan asing harus memakai mantel atau jubah atau jas hitam yang disebut ‘abaya’ yang menggelantung dari pundak sampai ke lantai dan memakai kerudung di Riyadh, ibukota Kerajaan Saudi Arabia. Daerah-daerah Jeddah dan Dammam cenderung sedikit lebih toleran.
Tatakrama Sosial
Orang-orang Saudi lazimnya saling memberi salam dengan ciuman di muka atau di dahi dan berjalan bergandengan tangan. Orang-orang Barat seringkali disalami dengan sebuah jabatan tangan.
Para pria Saudi lazimnya disapa dengan nama kecil. Sebagai contoh, Mr. Khalid Bin Abduliah Al-Tuwari mempunyai nama kecil Khalid, adalah anak laki-laki dari Abdullah, dan kelompok keluarganya atau sukunya atau rumpunnya adalah Al-Tuwari. Dia akan dipanggil Mr. Khalid.
Para pria Saudi menunjukkan perhatian untuk kedudukan yang lebih tinggi dan hak lebih tinggi dan para pengunjung hares juga mengamati hal ini. Sebagai contoh, pastikan bahwa seorang yang lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya harus didahulukan apabila bersama-sama ingin melewati sebuah pintu. Juga, kalau berjalan bersama-sama, tamu atau orang yang lebih tinggi kedudukannya harus berada di sebelah kanan dari kelompok orang yang berjalan bersamanya sebagai tanda hormat.
Akan dianggap tidak sopan apabila anda duduk dengan sol sepatu anda dihadapkan kepada anggota-anggota lain dari kelompok anda.
Perhatian tidak boleh menunjukkan kekaguman untuk sesuatu yang dimiliki tuan rumah, atau anda akan segera ditawari barang milik tuan rumah itu kepada anda sebagai sebuah pemberian. ini adalah adat istiadat kuno, yang masih dipelihara di banyak daerah yang masih tradisional.
Apabila diundang makan malam, kecuali memang disebutkan secara khusus, secara umum dapat dianggap bahwa hanya kaum pria yang akan memenuhi undangan makan malam itu. Kaum perempuan seringkali mempunyai pesta terpisah. Akan dianggap menghina apabila menolak suatu undangan pertunjukan/hiburan. Adalah tidak mungkin bahwa anda akan diundang ke sebuah rumah orang Arab, kecuali tuan rumah sangat menyadari kebudayaan Barat atau anda telah berhasil mengembangkan persahabatan dengan orang Arab itu. Kalau anda mengundang seorang lokal untuk makan bersama dengan anda, jangan juga mengundang isterinya kecuali anda memiliki indikasi terlebih dulu bahwa nyonya rumah akan menerima undangan anda.
Sumber : Warta Ekpor

