Manajemen Hemat energi

Aplikasi Manajemen Hemat Energi

Upaya menekan bujet perusahaan bisa dilakukan melalui penghematan pemakaian listrik. Anggaran yang bisa dihemat
berarti efisiensi yang terjaga dan berbuah profit. Berikut ini adalah aplikasi yang bisa dilakukan untuk
menghemat listrik di kantor :

1. Sistem penerangan di pabrik dan kantor kebanyakan menggunakan lampu jenis TL. Agar listrik bekerja lebih optimal ada baiknya memasang kapasitor bank yang berfungsi untuk memperbaiki faktor daya. Atau, ganti dengan ballast magnetik dengan yang elektronik karena konsumsi dayanya lebih rendah.

2. Penggunaan reflektor pada lampu TL juga akan memantulkan cahaya lampu lebih baik.

3. Untuk mengefektifkan penggunaan setiap lampu, tak ada salahnya jika setiap lampu dipasang tali saklar untuk memudahkan mematikan lampu yang tidak terpakai.

4. Lebih baik menggunakan lampu hemat energi (LHE) yang menghasilkan daya berkali-kali lipat dari lampu biasa.

5. Petugas penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) resmi akan selalu meminta izin kepada penghuni rumah sebelum melakukan pemeriksaan serta menyampaikan maksud kedatangan dan menunjukkan surat tugas.

6. Sebelumnnya, awali dengan mengukur kebutuhan pencahayaan setiap ruangan agar diketahui kebutuhan lampu setiap ruangan.

7. Indentifikasi pula peta pemakaian energi secara keseluruhan. Umumnya, air conditioner (AC) adalah pengkomsumsi energi paling besar (50%-70%) di perkantoran. Atur kebijakan untuk menghemat AC.

8. Jika memungkinkan berikan timer pada peralatan yang menggunakan listrik, yang pengontrolan pemakaian atau settingnya hanya bisa dilakukan oleh orang tertentu.

9. Buat standarisasi di perusahaan. Misalnya, komputer yang akan ditinggal lebih dari 15 menit harus dimatikan dan temperatur AC ditetapkan pada 26 derajat celcius.

10. Kampanyekan hemat listrik di kantor, misalnya dengan memasang spanduk, pamflet atau stiker yang hemat listrik.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment