Silahkan Masuk Jepang
Menurut Ken Ito, seorang tenaga ahli ASEAN- Japan Center, kunci agar sebuah produk mamin (makanan dan minuman) bisa diterima konsumen Jepang yang ekstra hati-hati adalah mencantumkan slogan baik untuk kesehatan dan kecantikan, rendah kalori dan kolesterol, ukuran paketnya kecil, serta keaslian produk.
Seperti diketahui perdagangan Indonesia dan Jepang pada periode 2003-2007 mengalami pertumbuhan rata-rata 14,35%. Hingga Januari – Maret 2008, ekspor non minyak dan gas (migas) Indonesia ke Jepang mencapai US$3,28 miliar, meningkat 7.54% dari ekspor tahun yang sama tahun sebelumnya, yaitu US$ 3,28 miliar.
Ekspor produk makanan olahan Indonesia ke Jepang dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan cukup berarti. Pada tahun 2007, ekspor makanan olahan kita ke Jepang tercatat US$118,62 Juta atau meningkat 20,93% dari US$98,09 juta pada 2006. Periode Januari – Maret 2008, ekspor makanan olahan ke Jepang mencapai US$29,40 juta atau terkerek 11,28% ketimbang periode yang sama 2007 sebesar US$26,42 juta.
Menurut Comtrade Statistik, pangsa produk makanan olahan Indonesia di Jepang pada 2007 masih kecil, 0,89% atau US$194,05 juta dari total impor makanan olahan Jepang dari dunia yang US$ 21,83 miliar. Pansa ini meningkat ketimbang yang dicapai pada 2006, yaitu 0,88%.
Tapi bila dibandingkan dengan sesama anggota Association of South East Asian Nation (ASEAN), Indonesia harus puas menduduki peringkat ke-18. Sementara, Thailand berada di urutan ke-4 dengan pangsa 6.97%, Filipina di undakan kesembilan dengan pangsa 3,35%, Singapura urutan ke-15 dengan pangsa 1,52%, serta Vietnam berdiri di tangga ke-16 dengan pangsa 1,09%.
Dengan memberlakukan Indonesia-Japan partnership Agreement (IJ-EPA), daya saing produk Indonesia di pasar Jepang memang bakal menguat. Begitu pula nilai perdagangan kedua negara. Manfaat IJ-EPA bagi Indonesia adalah meningkatkan akses pasar barang, akses pasar jasa, investasi Jepang di Indonesia, daya saing, serta daya beli masyarakat Indonesia sendiri.
Menurut Yutaka Taichi, EPA advisor JETRO Jakarta, dengan skema EPA, perdagangan Indonesia dan Jepang diharapkan bisa meningkat. Karena dalam skema itu, akses pasar buah-buahan Indonesia, seperti nanas dan pisang, dapat memasuki pasar Jepang.
Sumber : Majalah Eskpor
