Upaya pengembangan tanaman kelapa sebagai bahan baku kopra dan berbagai produk turunan lain telah di lakukan DeptanDepartemen Pertanian. Hasilnya, beberapa varietas terbukti mampu menghasilkan buah dan kualitas produk yang memuaskan. Berikut ini karakteristik beberapa varietas itu.
1. Kelapa dalam mapanget (DMT)
Asal desa mapanget, provinsi Sulawesi Utara, mulai berbuag umur lima tahun, bentuk buah bulat, ukuran buah sedang,
warna kulit buah umumnya merah kecoklatan, produksi kopra optimal 3,5 ton kopra per hektare (ha) per tahun, dan kadar
minyak 62,95%. varietas ini telah digunakan sebagai tetua jantan Kelapa hibrida Indonesia (KHINA 4 dan 5) yang di lepas
Menteri Pertanian (Mentan) pada 2006. Varietas ini juga agak toleran terhadap kemarau panjang.
2. Kelapa dalam tenga (DTA)
Asal desa Tenga, provinsi Sulawesi Utara, mulai berbuah umur 5 tahun, bentuk buah bulat, ukuran buah sedang,
warna kulit buah umumnya hijau, Produksi kopra optimal 3 ton kopra per ha per tahun. dan kadar minyak 69.31%.
Varietas ini telah digunakan sebagai tetua jantan kelapa hibrida Indonesia (KHINA 1) yang dilepas Mentan
pada tahun 1984. Varietas ini juga tahan terhadap kekeringan sampai dengan tiga bulan.
3. Kelapa dalam Bali (DBI)
Asal Celukembawang, Bali, mulai berbuah umur lima tahun, bentuk buah bulat, ukuran buah besar, warna kulit
buah hijau kekuningan, produksi kopra optimal 3 ton per ha per tahun, dan kadar minyak 69,28%. Varietas ini
telah digunakan sebagai tetua jantan Kelapa hibrida Indonesia (KHINA 2) yang dilepas Mentan 1984. Varietas ini
juga tahan terhadap kekeringan sampai dengan tiga bulan.
4. Kelapa dalam palu (DPU)
Asal Sulawesi Tengah, mulai berbuah umur lima tahun, bentuk buah bulat, ukuran buah besar, warna kulit buah umumnya
hijau, produksi kopra optimal 2,8 ton per ha per tahun, dan kadar minyak 69,28%. Varietas ini telah digunakan
sebagai tetua jantan Kelapa Hibrida Indonesia (KHINA 3) yang dilepas Mentan 1984. Varietas ini juga agak toleran
terhadap kemarau panjang.
5. Kelapa dalam sawarna (DSA)
Asal desa Sawarna, kabupaten Lebak, Jawa barat, memiliki keistemewaan berbuah empat tahun dibandingkan dengan
kelapa dalam lainnya yang diatas lima tahun, bentuk buah bulat, ukuran buah sedang, warna kulit buah hijau kekuningan,
produksi kopra optimal 3,5 ton kopra per ha per tahun, dan kadar minyak 66,26%. Varietas ini tidak toleran terhadap
kekeringan.
6. Kelapa dalam tokome (DTE)
Asal maluku Utara, mulai berbuah umur lima tahun, bentuk buah bulat, ukuran buah kecil, memiliki keistimewaan jumlah buah
pertandan banyak (75-100 butir), produksi kopra optimal 2,14 ton kopra per ha per tahun, dan kadar minyak 50,59%.
varietas ini toleran terhadap kemarau panjang.
