Sistem Jaminan Mutu Pangan Nasional

Salah satu kebutuhan azasi manusia adalah tersedianya pangan. Dengan segala kemampuannya manusia akan selalu berusaha mencukupinya. Pangan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kehidupan bangsa serta memegang peranan penting dalam perekonomian. Oleh karena itu, pangan yang merupakan hasil olahan harus bermutu, aman, dan layak dikonsumsi. Pada era globalisasi seperti sekarang, beberapa komoditas pangan telah menjadi semakin strategis, sehingga negara-negara maju telah menerapkan sistem keamanan pangan untuk kepentingan di dalam negerinya.

Namun terkadang kita dibuat resah dengan pemberitaan media baik elektronik maupun surat kabar yang menyatakan bahwa hampir semua jenis makanan mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti
pengawet dan pewarna makanan yang membahayakan kesehatan. Dikarenakan banyaknya permasalahan yang timbul terkait dengan keamanan pangan, diperlukan kajian terhadap sistem keamanan pangan di Indonesia dengan mengambil kasus di Jawa Barat dengan berfokus pada produsen dari kalangan kelas menengah ke bawah, yaitu kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM).

Dalam lima bab pada buku bagian pertama ini, para penulis juga mengungkapkan kajian sistem keamanan pangan yang dilihat dari aspek standar keamanan pangan secara umum, bahan tambahan pangan yang berbahaya dan tidak berbahaya, sistem pembinaan, sistem pengawasan serta infrastruktur dibahas.

Bab pertama mengulas tentang standar keamanan pangan. Standar Pangan berisikan persyaratan produk untuk menjamin bahwa pangan dapat aman dan cocok untuk dikonsumsi. Standar pangan dapat dikelompokkan sebagai standar yang diwajibkan berdasarkan keamanan, standar industri yaitu yang dikeluarkan oleh sebuah organisasi industri pangan, dan standar umum.

Bab kedua mengupas tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang diijinkan dan yang tidak diijinkan. Pada bab ini dijelaskan pula tentang pengertian dan efek bagi tubuh kedua jenis bahan tambahan makanan yang mungkin baru pertama kali kita dengar.

Bab ketiga mengulas model pembinaan yang tidak dalam bentuk usulan detail kebijakan dan terbatas dalam bentuk alternatif pemanfaatan hasil penelitian untuk penyusunan kebijakan peningkatan daya saing IKM/UKM yang disarankan terlebih dahulu diuji melalui suatu pilot project untuk IKM/UKM bidang makanan tahu salah satu fokus penelitian.

Bab keempat membahas tentang kesiapan infrastuktur dan lingkungan untuk membantu daya saing IKM/UKM makanan dan minuman. Untuk menghadapi kompetisi global yang semakin ketat diantara pelaku usaha perlu diadakan peningkatan sumber daya, pemahaman mutu yang baik, ketersediaan laboratoriun pengujian sebagai sarana pengawasan mutu .

Bab kelima mengulas model pengawasan industri pangan untuk menjamin keamanan pangan dalam rangka peningkatan daya saing produk makanan dan minuman. Pengawasan pangan melibatkan semua pihak agar dapat berjalan lancar seperti yang diharapkan.

Hal lain yang menarik dari buku ini adalah bagian kedua yang berisi ulasan rekomendasi kebijakan tentang Strategi Peningkatan Daya Saing Aspek Sistem Mutu. Dari hasil analisis terhadap faktor-faktor yang teridentifikasi dapat ditemukan solusi langkah-langkah penerapan sistem manajemen mutu bagi pengrajin tahu dan minuman buah, yaitu diperlukannya kerjasama antara Pemda Jawa Barat, Pemerintah Kota/Kabupaten setempat dan instansi teknis untuk melakukan penataan di tataran operasional. Dengan demikian akan mudah bagi pembaca untuk mengetahui secara lebih detail gambaran apa saja yang harus dilakukan IKM/UKM menuju persaingan produk pangan dengan memperhatikan keselamatan pangan.

Secara garis besar, buku ini membahas hasil penelitian penerapan sistem mutu bagi usaha/industri kecil dan menengah menjalankan usahanya dalam mendukung daya saing produk pangan dengan memperhatikan keamanan pangan yang dilihat dari berbagai aspek. Buku ini dapat dijadikan acuan bagi pembaca khususnya pihak/instansi terkait dalam usaha penerapan sistem mutu pangan di daerahnya. (mkh, afs)

Sumber :LIPI

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment