Ekspor Turun 28,87%, Surplus Perdagangan Capai US$ 1,99 M

Jakarta – Aktivitas ekspor Indonesia pada Maret 2009 turun 28,87% dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Meski begitu, Indonesia masih mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 1,99 miliar di Maret 2009.

Demikian disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan dalam keterangan pers di kantor BPS, Jumat (1/5/2009).

Ekspor pada bulan Maret tercatat sebesar US$ 8,54 miliar atau masih di atas impor Maret 2009 yang sebesar US$ 6,53 miliar. Atau berarti ada surplus sebesar US$ 1,99 miliar.

Ekspor pada Maret yang sebesar US$ 8,54 milir ini memang tercatat turun 28,87% dibandingkan periode yang sama tahun 2008, namun naik 20,64% jika dibandingkan Februari 2009. Kenaikan ekspor Maret ditopang pertanian dan pertambangan masing-masing sebesar 0,87% dan 10,74%.

“Pertambangan khususnya batubara yang pada bulan Maret volume ekspornya sangat tinggi. Jadi ekspor bulan Maret bukan ditopang industri melainkan pertanian dan pertambangan,” katanya.

Ekspor non migas pada Maret sebesar US$ 7,27 miliar atau naik 20,08% dari Februari 2009. Tapi jika dibandingkan Maret 2008 tetap turun turun sebesar 21,31%.

Ekspor selama Januari hingga Maret 2009 tercatat sebesar US$ 22,9 miliar atau turun 32,12% dari triwulan I-2008. Ekspor terbesar disumbangkan bahan mineral sebesar US$ 444,3 juta, CPO sebesar US$ 217 juta, dan bijih tambang sebesar US$ 420 juta.

Sedangkan penurunan terbesar ekspor non migas berasal dari sektor industri yang melorot 31,68% dibandingkan triwulan I-2008.

Impor pada Maret 2009 tercatat sebesar US$ 6,53 miliar atau naik 9,94% dari Februari 2009 yang sebesar US$ 5,94 miliar.

“Kenaikan impor ini tidak setajam kenaikan ekspor. Oleh sebab itu terjadi surplus perdagangan sebesar US$ 1,99 miliar dan ini akan masuk ke cadangan devisa negara,” katanya.

Impor pada triwulan I-2009 sebesar US$ 19,07 miliar atau turun 35,85 % dari triwulan I-2008. Impor non migas menyumbang US$ 5,61 miliar atau naik 12,81% dari Februari 2009.

Sedangkan impor non migas triwulan I-2009 sebesar US$ 15,91 miliar, atau turun 30,03% dari triwulan I-2008. Sedangkan impor migas sebesar US$ 3,16 miliar yang berarti turun 54,78% dari triwulan I-2008.

Sementara impor migas Maret US$ 0,92 miliar atau mengalami penurunan 4,87% dari Februari 2009.

Sumber Detik

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment