BB Padi Gandeng Swasta Kembangkan Padi Hibrida

Pengembangkan padi hibrida diharapkan mampu memberikan sumbangan nyata bagi peningkatan produksi beras nasional, sehingga dapat mencapai swasembada beras yang berkelanjutan. Demikian sambutan Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Gatot Irianto dalam penandatangan MOU antara Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) dengan PT. DuPont Indonesia, di Jakarta 16 Maret 2009.

Badan Litbang Pertanian, melalui BB Padi telah banyak melakukan kerjasama yang bersifat sinergi untuk mengembangkan padi hibrida di Indonesia. Pada tahun 2007 PT. DuPont Indonesia, salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang produksi benih telah melisensi salah satu varietas padi yaitu Maro hasil inovasi teknologi BB Padi. Dari hasil pengembangan padi hibrida varietas Maro pada luasan 133, 8 ha berhasil menjual benih Maro sebanyak 2,7 ton sehingga menghasilkan royalti bagi BB Padi sebanyak Rp. 4,7 M. Dari pencapaian inilah, Badan Litbang Pertanian tidak ragu menggandeng PT. DuPont Indonesia sebagai salah satu mitra dalam meneliti dan mengembangkan padi hibrida di Indonesia.

Yang menarik dalam MOU kali ini seperti dijelaskan oleh Dr. Hasil Sembiring sebagai Kepala BB Padi, tidak seperti tahun 2007 yang melisensikan varietas Maro padi hibrida hasil rakitan BB Padi. Kerjasama kali ini melibatkan lebih dalam lagi keterlibatan perusahaan swasta dalam proses Uji Multi Lokasi (UML). Pihak PT. DuPont Indonesia akan melakukan UML terhadap 14 galur calon padi hibrida, artinya satu tahap sebelum ditetapkan sebagai varietas padi hibrida.

Selain dengan PT. Dupont, pada tahun ini BB Padi juga telah merintis kerjasama penelitian dan pengembangan padi hibrida Pemerintah Daerah Jawa Timur, dengan PT. Saprotan Benih Utama, PT. Pertani, dan PT. Sang Hyang Seri. Bukan hanya itu, dengan mitra luar negeri juga akan dilakukan kerjasama penelitian dengan Metahelix Life Science yang berbasis di India dan Advanta International di Australia.

Sampai saat ini BB Padi masih memiliki cadangan 60 galur hibrida pada tahap Uji Daya Hasil Lanjutan (UDHL) dan lebih dari 300 galur potensial pada tahap Uji Daya Hasil Pendahuluan (UDHP). Badan Litbang Pertanian melalui BB Padi optimis bahwa padi hibrida akan berkembang dengan pesat dan akan mampu memberikan sumbangan nyata bagi peningkatan produksi beras nasional. Oleh karena itu Badan Litbang Pertanian memberikan dukungan dan menyampaikan arpesiasi terhadap kerjasama penelitian dengan PT.

DuPont Indonesia dan mengharapkan kerjasama ini akan memberikan sumbangan nyata bagi peningkatan produksi beras nasional dan berdampak positif dalam mendukung tercapainya swasembada lestari bagi bangsa Indonesia.

Sumber : Deptan

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment