Sektor pertanian harus mampu menjadi “Bumper” dalam menghadapi krisis global. Hal itu disampaikan Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Gatot Irianto ketika memberikan sambutan mewakili Menteri Pertanian dalam acara pengukuhan tiga Profesor Riset Badan Litbang Pertanian pada awal Maret 2009. Ketiga profesor riset yang dikukuhkan tersebut adalah Ir. B.A. Susila Santosa, MS, dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Dr. Ir. Budiharyanto, M.Sc. dari Puslitbang Peternakan, dan Dr. Ir. Samsuri, SU dari Puslitbang Perkebunan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan kembali menekankan 5 hal yaitu (1) lakukan upaya percepatan dalam menghasilkan invensi dan inovasi komoditas-komoditas strategis yang menjadi sasaran utama pembangunan pertanian, termasuk invensi terobosan seperti twining pada sapi, IP Padi 300-400, varietas ultra genjah dan super, (2) segera lakukan kajian cepat tetapi komprehensif dalam menyikapi dan mengatasi berbagai isu dan tantangan strategis dalam pembangunan pertanian, seperti masalah pupuk, degradasi sumberdaya, pemanasan global, avian influenza, (3) hasil penelitian hendaknya tidak hanya berupa laporan atau publikasi ilmiah, tetapi berupa invensi atau produk teknologi yang nyata dan bermanfaat serta dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat, (4) harus mempunyai frame waktu yang jelas, setiap penelitian harus mempunyai luaran yang dapat dikuantifikasi dan terukur dan (5) pikirkan dengan baik dan kembangkan ide terobosan untuk menyusun dan menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis (RENSTRA) sektor pertanian 2010-2014, termasuk penelitian dan pengembangan pertanian.
Sementara itu, untuk meraih gelar Profesor Riset, Susila Santosa menyampaikan orasi berjudul ”Inovasi Teknologi DEFATTING : Peluang Peningkatan Diversifikasi Produk Kacang Tanah Dalam Industri Pangan”. Teknologi Defatting ini menghasilkan produk kacang tanah berprotein tinggi, tetapi mempunyai kadar lemak rendah. Perkembangan teknologi ini cukup pesat, namun sayangnya belum banyak dikenal oleh masyarakat maupun industri pangan.
Sedangkan judul orasi yang disampaikan oleh Budi Haryanto adalah ”Inovasi Teknologi Pakan Ternak Dalam Sistem Integrasi Tanaman Ternak Bebas Limbah (SITT-BL) Mendukung Upaya Peningkatan Produksi Daging”. Budi mengupas tentang optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pakan lokal berasal dari limbah pertanian, perkebunan dan industri melalui sistem integrasi tanaman ternak.
Selanjutnya Samsuri, pria kelahiran Kediri 65 tahun lalu menyampaikan ”Upaya Menekan Bahan Berbahaya pada Tembakau Virginia Melalui Teknologi Pengovenan Berbasis Energi Alternatif”. Melalui paparannya, Samsuri meyakinkan bahwa bahan berbahaya pada tembakau virginia dengan produksi krosok dapat ditekan dengan sistem pemanasan tidak langsung yaitu dengan pengovenan.
Sumber : Deptan

bisa minta contoh karya ilmiah pertanian menghadapi krisis global.?
hha
baalo caro