Ditjenbun Targetkan 65% Penggunaan Benih Unggul Tahun 2015

AMBON-(6/3), Demikian disampaikan oleh Ir. Achmad Mangga Barani, MM (Direktur Jenderal Perkebunan), pada Acara Peresmian Laboratorium Perbenihan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Ambon, Jumat, 6 Maret 2009 di Ambon. Pada acara yang dihadiri Gubernur Provinsi Maluku, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura serta jajarannya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Kepala UPT Pusat Lingkup Deptan, Kepala UPTD Lingkup Dinas Pertanian, Dirjen Perkebunan menyampaikan bahwa, perkebunan merupakan salah satu subsektor yang mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan nasional baik dalam aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan.

Ia menambahkan, pada tahun 2008, rata-rata penerimaan ekspor komoditi perkebunan mencapai US$ 18,85 milyar, sedangkan pendapatan petani mencapai rata-rata US$ 1.551. Luas areal perkebunan sampai dengan tahun 2008 (angka sementara) mencapai 19,5 juta ha dengan jumlah petani pekebun 19,6 juta KK.

Keberhasilan Pembangunan Perkebunan selama ini tentunya merupakan hasil kerja dari seluruh stakeholders perkebunan, mulai dari pelaku usaha perkebunan yaitu petani, perusahaan sampai dengan pemerintah. Penyelenggaraan tugas-tugas yang bersifat teknis operasional yang secara langsung berhubungan dengan masyarakat dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT). BBP2TP Ambon sebagai salah satu UPT Pusat Ditjen Perkebunan mengemban tugas pelayanan teknis operasional kepada masyarakat perkebunan dalam bidang perbenihan dan proteksi perkebunan.

“Terkait dengan tugas di bidang perbenihan, dalam mendukung pengembangan subsektor perkebunan seperti kegiatan Revitalisasi Perkebunan, benih memegang peranan penting, mengingat sampai saat ini kita masih saja dihadapkan dengan berbagai kendala dan tantangan dalam penyediaan benih bermutu”, tegasnya.

Penggunaan bahan tanaman yang bermutu bersertifikat merupakan salah satu aspek penting bagi keberhasilan pembangunan bidang perkebunan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa, peran benih sangat penting pada komoditas perkebunan karena benih merupakan carrier technologi yang harus selalu dijaga. Untuk itu, tambahnya, pengawasan dan pengujian mutu benih menjadi sangat penting dilakukan oleh suatu organisasi seperti BBP2TP Ambon yang membina IP2MB/UPT sesuai dengan wilayah binaannya.

“Pada saat ini penggunaan benih unggul dan bermutu masib belum optimal, masih terbatas pada perkebunan besar dan kegiatan yang dibiayai  dan terbatas pada beberapa komoditi antara lain kelapa sawit, kakao, kapas dan tembakau. Permasalahan pokok yang menyebabkan rendahnya adopsi varietas unggul tanaman perkebunan yaitu : ketidaktahuan adanya benih unggul dan bermutu, terbatasnya ketersediaan benih bina sehingga menimbulkan munculnya benih palsu,” katanya.

Sumber : Deptan

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment