Freight internasional segera naik

Ongkos angkut rute domestik 50% di bawah normal

JAKARTA: Tarif angkut atau freight peti kemas rute internasional diperkirakan terdongkrak US$100-US$300 per TEUs pada April 2009, menyusul pertemuan informal antarpemilik kapal yang beroperasi di rute itu, pekan lalu.

Ketua Bidang Angkutan Kontener DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Asmari Heri mengatakan pemilik kapal rute internasional berupaya mendongkrak ongkos angkut yang terus anjlok sejak terjadinya krisis ekonomi global dan kini 20% dibandingkan dengan tarif per September 2008.

seafreight1
“Seluruh perusahaan pelayaran menyadari tahun ini merupakan masa sulit dan diprediksi merugi akibat muatan menurun. Namun, yang bisa dilakukan sekarang adalah bagaimana caranya memperkecil kerugian itu,” ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Menurut dia, setelah pertemuan pemilik kapal yang dilanjutkan dengan kesepakatan formal, tarif angkutan peti kemas rute internasional pada April diharapkan kembali mendekati harga normal meskipun volume muatan belum dapat dipastikan.

Langkah itu, lanjutnya, ditempuh agar operator kapal internasional tidak mengalami kerugian yang lebih besar lagi akibat penurunan freight yang lebih dari 80% selama 3 bulan terakhir ini.

Asmari menuturkan ongkos angkut internasional yang diprediksi terkoreksi pada April di antaranya Jakarta-Eropa, Jakarta-Asia, Jakarta-Amerika Serikat, dan Jakarta-Jepang.

Dia mengungkapkan freight untuk rute Jakarta-Eropa dan Jakarta-AS pada April diperkirakan naik US$200-US$300 per TEUs. Saat ini, ongkos angkut Jakarta-Eropa hanya sebesar US$250-US$300 per TEUs, sedangkan rute Jakarta-AS US$400 per TEUs.

Adapun, freight untuk rute Jakarta-Asia dan Jakarta-Jepang yang saat ini di bawah US$100 per TEUs diperkirakan naik US$100 per TEUs pada April mendatang.

Menurut Asmari, idealnya ongkos angkut rute Jakarta-Eropa US$800 dan rute Jakarta-Asia di atas US$500 per TEUs agar operator kapal bisa menutupi biaya operasional, seperti kru kapal, depresiasi, bungker, dan biaya bongkar muat di pelabuhan.

“Namun, sekarang tarif angkut ke Eropa masih lebih murah daripada angkutan truk peti kemas dari Tanjung Priok ke Jawa Barat. Ini sudah tidak bisa diterima akal sehat,” tegasnya.

Asmari menambahkan tarif angkut peti kemas rute Eropa biasanya dijadikan indikator terhadap freight yang berlaku untuk semua rute internasional. “Kalau freight rute Eropa dinaikkan biasanya akan diikuti pula pada rute yang lainnya,” katanya.

Tarif domestik

Dia mengungkapkan selain mendongkrak tarif angkut peti kemas rute internasional, perusahaan pelayaran nasional juga sepakat terus menaikkan tarif di rute domestik yang sempat anjlok melebihi 50% dari batas normal.

Terkait dengan kesepakatan itu, Asmari mengatakan DPP INSA akan terus memantau freight peti kemas agar praktik banting harga tarif yang sempat terjadi beberapa waktu lalu tidak terjadi lagi.

“Untuk itu, INSA akan terus menyediakan ruang dialog sesama operator kontainer domestik supaya kompetisi [tarif] tidak terjadi membabi buta,” paparnya.

Dia mengakui sejak adanya pertemuan kesepakatan informal sejumlah perusahaan pelayaran kontainer domestik, pekan lalu, freight untuk rute domestik mulai membaik meskipun belum mencapai tarif normal.

Asmari mengungkapkan ongkos angkut kontainer domestik rute Jakarta-Medan saat ini Rp4 juta per TEUs, padahal idealnya Rp5 juta per TEUs, sedangkan Jakarta-Makassar Rp2,5 juta-Rp3 juta per TEUs (idealnya Rp3,5 juta-Rp4 juta).

Demikian pula untuk rute Jakarta-Pontianak idealnya Rp2,5 juta per TEUs, tetapi kini Rp2 juta per TEUs, sedangkan rute Surabaya-Makassar saat ini Rp2,5 juta-Rp3 juta atau masih di bawah tarif normal sebesar Rp4 juta per TEUs.

Sumber : Bisnis

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment