INFORMASI SINGKAT BENIH (Cinnamomum camphora)

Taksonomi dan tatanama
Famili: Lauraceae
Sinonim: Camphora officinarum Nees, Laurus
camphora L.
Nama lokal: camphor tree (Eng.); camphrier,
baume anglais (Fr.); kampferbaum (Germ.); alcanfor
(Sp.); long nao (Vietnam); kapur (trade
name).Kayu manis (Indonesia)

Penyebaran dan habitat
Penyebaran alami tidak jelas, kemungkinan asli dari China, Vietnam, Korea dan Jepang. Dibudidayakan secara ekstensif di Asia dan juga ditanam di Afrika Amerika Utara dan Australia. Tercatat tumbuh optimal di tempat dengan curah hujan lebih dari 1000 mm, penyebaran hujan merata dan
suhu tahunan di atas 16ºC. Setelah melewati masa anakan, dapat bertahan pada suhu di bawah -9ºC. Tumbuh baik pada tanah subur, tanah dengan drainase baik, liat berpasir Tidak tumbuh baik pada tanah padat dan drainase jelek. Toleran terhadap tanah asin dan angin laut. Perlu cahaya.

Kegunaan
Jenis cepat tumbuh, kualitas kayu baik. Kayu berat, cukup kuat, tahan serangan serangga dan kebusukan. Dulu merupakan bahan penting kamper, sekarang bisa dibuat sintetis. Di Asia banyak ditanam sebagai tanaman hias dan di Cina dicampur dengan tanaman pertanian terutama tingkat semai.

Diskripsi botani
Tinggi pohon lebih dari 40m, diameter lebih dari 3 m. Kulit kuning atau coklat dengan retakan vertikal.
Daun bergantian, sederhana, dengan 3 sampai beberapa tulang daun berbeda, berbau menyengat
bila diremas. Bunga berkelamin ganda, putih kekuning-kuningan, lunak, malai di ujung.

Diskripsi buah dan benih
Buah bundar, berisi satu benih , buah batu berdaging, lebar 7-8mm, ungu hitam pada saat masak.
Terdapat 9,000-10,000 benih/kg.

Pengolahan dan penanganan
Setelah dipetik buah diperam di tempat teduh selama 2-3 hari. Setelah buah direndam di air selama
12-16 jam daging buah dibuang . Penting diperhatikan, benih dikeringkan di tempat teduh untuk mengurangi rusak karena dikeringkan. 3-4 kg buah menghasilkan 1 kg benih.

Penyimpanan dan viabilitas
Umumnya benih tidak dapat disimpan, harus disemai segera setelah panen. Telah terjadi kesalahan klasifikasi sebagai benih rekalsitran, ternyata dapat dikeringkan dan disimpan di bawah 5°C. Sekalipun benih tahan dikeringkan penyimpanan pada keadaan basah tetap terbaik. Dianjurkan untuk menyimpan benih pada kadar air 34% dalam pasir lembab di tempat dingin, dengan ventilasi baik. Pada suhu kamar dapat disimpan sampai 6 bulan dan pada 5ºC, dapat sampai 12 bulan dengan sedikit penurunan viabilitas. Hasil studi dari Taiwan menyatakan bahwa benih dapat dikeringkan sampai 7%. Pada kadar air ini perkecambahan masih 60% setelah disimpan 12 bulan pada suhu 5 dan 15°.

Dormansi dan perlakuan pendahuluan
Benih mengalami dorman tanpa diketahui penyebabnya. Untuk meningktkan perkecambahan, sebelum
ditabur benih direndam air hangat suhu 45ºC selama 24 jam. Ada indikasi bahwa dormansi disebabkan oleh kulit benih yang menghambat masuknya oksigen. Perlakuan dengan H2O2 untuk meningkatkan penyerapan ada pengaruhnya tetapi masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Di Taiwan telah ditemukan perlakuan pendahuluan terbaik dengan cara kombinasi antara stratifikasi selama 4 bulan pada suhu 5ºC dalam humus lembab dan 25 menit direndam H2O2 15%.

Penaburan dan perkecambahan
Perkecambahan lambat dan dapat berlanjut sampai satu tahun setelah penaburan. Meskipun perbanyakan dengan benih lebih praktis, perbanyakan dengan stek dahan, stek akar dan terubusan
dapat dilakukan. Benih ditabur pada bedeng atau bak kecambah pada akhir musim dingin sampai awal musim panas dengan ditutup tanah setebal 1 cm. Bedeng semai harus terbebas dari gulma dan disiram secara teratur. Tanah pada bedeng tabur harus digemburkan bila perkecambahan sudah tampak. Pada musin hujan pertama sampai awal musim gugur, anakan harus dijarangkan menjadi 10-15cm x 20-25 cm.
Di Cina dan India sebelum penanaman, dilakukan persiapan tapak secara intensif dengan cara membajaknya sedalam. 30 cm dan membuat lubang tanaman ukuran 60 x 60 x 50 cm. Pelaksanaan
penanaman tergantung wilayah. Di Cina, ditanam Januari sampai Maret, di Tamil Nadu, India, bulan Januari-Februari. Di tempat lain di India ditanam setelah musim hujan tiba. Umur anakan tergantung wilayah, tapak dan tujuan penanaman. Jarak tanam umumnya 2 x 2 m atau 1.8 x 3.5 m.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment